Dugong Aceh
MISI KONSERVASI ACEH

Ketika Lamun Hilang,
Dugong Ikut Menghilang.

Bersama masyarakat pesisir Aceh kami menjaga habitat lamun dan melindungi dugong melalui pemantauan, edukasi, dan pelaporan masyarakat.

Rentan Punah

Status konservasi global (IUCN). Populasi terus menurun.

40 Kg

Konsumsi lamun harian oleh satu individu dugong dewasa.

Ancaman

Hilangnya padang lamun, polusi laut, dan perubahan iklim.

Tentang Program

Konservasi Dugong Berbasis Masyarakat di Aceh

Program ini merupakan inisiatif Natural Aceh untuk melindungi dugong (Dugong dugon) dan habitat padang lamun melalui pendekatan ilmiah, partisipasi masyarakat, serta kemitraan multipihak. Berbekal pengalaman lebih dari 15 tahun dalam konservasi pesisir, restorasi mangrove, dan pemberdayaan masyarakat, Natural Aceh mengembangkan model konservasi yang menghubungkan perlindungan spesies dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Atas kontribusinya terhadap konservasi keanekaragaman hayati, Natural Aceh dianugerahi KEHATI Award 2024 Kategori Marine oleh Yayasan KEHATI. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas pendekatan konservasi yang menggabungkan inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan perlindungan ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

Saat ini, melalui dukungan Yayasan KEHATI, kami memperluas upaya perlindungan dugong dan padang lamun di Aceh melalui riset, edukasi, pemantauan lapangan, dan pelaporan berbasis masyarakat.

Penghargaan Bergengsi

KEHATI Award 2024

Kategori Marine

Dianugerahkan oleh Yayasan KEHATI sebagai pengakuan nasional atas inovasi dan kontribusi nyata dalam konservasi ekosistem pesisir serta pemberdayaan masyarakat nelayan di Aceh secara berkelanjutan.

Visi Program

Rehabilitasi Ekosistem Padang Lamun melalui Transplantasi Lamun Sebagai Upaya Pemulihan Ekosistem Padang Lamun dan Perlindungan Habitat Dugong.

Misi Program

Meningkatkan fungsi ekosistem padang lamun sebagai habitat dugong yang berkelanjutan melalui rehabilitasi dan pengelolaan berbasis masyarakat di wilayah pesisir Aceh.

Target Capaian

Outcomes Program

Meningkatnya kualitas and tutupan ekosistem padang lamun sebagai habitat dugong di Desa Lamreh.

Meningkatnya kapasitas and partisipasi masyarakat serta akademisi dalam konservasi lamun.

Tersedianya data and informasi rehabilitasi lamun berbasis ilmiah.

Edukasi Spesies

Mengenal Dugong

Sapi Laut Herbivora Unik

Dugong (Dugong dugon) adalah mamalia laut unik, satu-satunya herbivora murni di lautan. Mereka sering disebut "sapi laut" karena menghabiskan sebagian besar waktunya merumput di padang lamun.

Sebagai mamalia, dugong bernapas menggunakan paru-paru dan harus naik ke permukaan setiap beberapa menit sekali untuk menghirup oksigen. Sirip ekor mereka yang bercabang dua menyerupai ekor lumba-lumba, membantu mereka meluncur lambat di perairan dangkal tropis.

Siklus Reproduksi Lambat

Dugong betina hanya melahirkan satu anak setiap 3 hingga 7 tahun sekali dengan masa kehamilan yang sangat panjang (13-15 bulan). Keterbatasan biologis ini menyebabkan pemulihan populasi mereka menjadi sangat rentan dan lambat.

Dugong berenang bebas
Dugong dugon
Mamalia Laut Dilindungi

Dugong dilindungi sepenuhnya oleh hukum nasional dan hukum internasional karena statusnya yang rentan punah.

Kebutuhan Lingkungan

Kenapa Dugong Hanya Ada di Tempat Tertentu?

Setiap hari, seekor dugong dewasa bisa menghabiskan puluhan kilogram lamun untuk memenuhi kebutuhan makannya yang sangat besar. Oleh karena itu, keberadaan mereka sangat terbatas pada kawasan spesifik.

Sayangnya, Habitat Mereka Terancam

Ketika padang lamun rusak akibat penumpukan sampah laut, pembangunan infrastruktur pesisir, atau aktivitas merusak lainnya, dugong secara otomatis juga akan kehilangan tempat tinggal serta sumber pakan utamanya.

Padang lamun yang sehat

Vegetasi subur untuk menjamin asupan harian.

Perairan tenang & dangkal

Memudahkan istirahat dan bernapas ke permukaan.

Gangguan manusia minim

Bebas dari kebisingan mesin kapal & jaring nelayan.

Lingkungan yang terjaga

Ekosistem pesisir alami yang terlindungi dari kerusakan.

Wilayah Sebaran

Di Mana Dugong Masih Ditemukan?

Berdasarkan penelitian dan cerita dari masyarakat pesisir, dugong masih beberapa kali terlihat di wilayah perairan Aceh:

Aceh Singkil

Area pesisir kepulauan dan teluk yang kaya akan ekosistem lamun, menjadi salah satu habitat perjumpaan dugong paling konsisten.

Sabang

Perairan jernih Pulau Weh dengan padang lamun di teluk-teluk kecil, sering menjadi lokasi persinggahan dugong saat bermigrasi.

Aceh Besar

Kawasan pesisir timur dan barat yang dipantau ketat, menjadi koridor penting bagi pergerakan mamalia laut dilindungi ini.

Kawasan Lamun Sehat

Dugong memiliki ketergantungan mutlak dan hanya dapat ditemukan di perairan yang memiliki vegetasi padang lamun sehat.

Rumah & Restoran Favorit

"Menariknya, kehadiran dugong selalu berkaitan erat dengan lamun. Buat dugong, padang lamun itu ibarat rumah sekaligus restoran favorit mereka."

Ekosistem Laut

Mengenal Padang Lamun

Padang lamun di dasar laut
Seagrass Ecosystem
Simbiosis Mutualisme

Saat dugong makan, mereka mengaduk pasir dasar laut untuk menyuburkan padang lamun dan mempercepat regenerasi tunas baru.

Mengapa Padang Lamun Sangat Penting?

Lamun adalah satu-satunya tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang sepenuhnya beradaptasi untuk hidup terbenam di laut dangkal. Padang lamun membentuk ekosistem pesisir yang vital bagi kelautan global.

Manfaat Ekologis Utama:
  • Penyerap Karbon Biru: Menyerap karbon 35 kali lebih cepat dibanding hutan tropis di daratan.
  • Tempat Pemijahan Ikan: Tempat berlindung dan daerah asuhan bagi larva-larva ikan bernilai ekonomi tinggi.
  • Pelindung Pantai: Akar lamun yang kokoh menahan pasir dasar laut, meredam energi ombak, dan mencegah abrasi.

Aktivitas Misi

Program Kerja Konservasi

Dalam upaya menyelamatkan dugong dan memulihkan habitat padang lamun di perairan Aceh, kami menjalankan rangkaian program terpadu berikut:

Survei Lokasi Transplantasi

Pemetaan ilmiah dasar laut untuk mengidentifikasi area yang paling cocok untuk pertumbuhan lamun baru.

Distribusi Bibit Lamun

Pengumpulan dan penyaluran bibit lamun sehat dari area donor ke lokasi target transplantasi.

Pelatihan Teknis (Masyarakat & Mahasiswa)

Peningkatan kapasitas akademisi dan nelayan lokal dalam teknik transplantasi dan rehabilitasi.

Pelaksanaan Transplantasi Lamun

Pemasangan langsung bibit lamun pada media tanam (substrate) di dasar laut secara berkala.

Kampanye & Sosialisasi Konservasi

Penyebarluasan pesan pelestarian habitat dugong kepada masyarakat pesisir di sekitar kawasan target.

Edukasi & Informasi

Penyusunan modul belajar dan materi edukasi mengenai pentingnya ekosistem laut dangkal bagi publik.

Peta Lokasi Rehabilitasi

Penyediaan sistem informasi geografis interaktif untuk memetakan perkembangan area transplantasi.

Monitoring & Perawatan Lamun

Pemantauan rutin tingkat kelangsungan hidup (survival rate) lamun yang telah ditransplantasikan.

Publikasi Media (Cetak, Online, Video)

Penyusunan dokumentasi, rilis berita media nasional, serta video berkala untuk memperluas edukasi.

Beasiswa Publikasi Ilmiah (Jurnal & Buku)

Pemberian beasiswa penulisan dan publikasi artikel jurnal ilmiah serta buku bertema konservasi padang lamun di Aceh.

Hubungi WA

Program Magang (MagangHub, Magang Prima, MBKM)

Wadah magang kolaboratif bagi mahasiswa melalui platform MagangHub, Magang Prima, dan program resmi MBKM Kemendikbud.

Hubungi WA

MEDIA SOSIAL

Galeri Instagram

Lapor Penampakan

Melihat dugong hidup, terluka, atau terdampar mati? Laporan cepat Anda sangat berarti bagi penyelamatan mereka.

Mode kamera verifikasi terproteksi: Unggah file dari galeri dinonaktifkan untuk mencegah manipulasi data.

Darurat penyelamatan? Hubungi KKP: 141